5 Tips Parenting agar Anak Bersimpati pada Kaum Disabilitas

Tips Parenting agar Anak Bersimpati pada Kaum Disabilitas

Rata-rata, kaum disabilitas itu dipandang rendah dalam masyarakat. Sayangnya, sikap antipati ini masih sambung-menyambung ke kalangan anak-anak normal. Tips parenting seperti apa yang bisa bikin anak kita lebih bersimpati dan berteman baik dengan kaum disabilitas? Berikut cara-cara yang perlu Anda terapkan di waktu-waktu tertentu.

  1. Beri Tahu Anak agar Tidak Ikut Mengejek

Di dalam masyarakat, anak yang kelihatan berbeda dari lainnya saja menjadi sasaran ejekan, apalagi yang menyandang disabilitas. Tentu lebih intensif lagi ejekannya. Sayangnya, anak-anak yang masih dalam proses meniru seringkali ikut-ikutan mengejek. Sebelum hal itu terjadi, ajaklah si kecil untuk tidak ikut-ikutan sesegera mungkin.

Berilah pengertian padanya, bahwa setiap orang memiliki hak untuk hidup tenang. Sikap saling menyakiti hanya akan memperburuk suasana. Tanyakan apakah senang jika ada orang lain yang juga mengejek. Beri tahu, bahwa tiap orang memiliki hati yang sama. Ajarkan padanya untuk bersikap kesatria dengan meminta maaf setelah telanjur ikut-ikutan mengejek.

  1. Tanamkan Sikap Empati lewat Berbagai Cara

Sikap empati merupakan fitrah yang harus dimiliki setiap manusia. Ketika si anak masih kecil, penanaman sikap seperti ini memiliki tingkat keberhasilan yang tinggi. Misalkan si kecil punya ikan di rumah, tanyakan, apakah ia akan tetap merawat meskipun peliharaannya itu berkaki buntung?

Berilah pengertian pula, bahwa setiap manusia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Tidak terkecuali untuk para penyandang disabilitas. Tips parenting ini juga sangat berguna untuk membangkitkan rasa empati setiap kali anak melihat hal-hal yang menggiris hati. Sikap empati seperti ini jika terus dikembangkan, bisa berdampak baik saat ia dewasa.

  1. Ekpresikan Sikap Positif Tiap Kali di Depan Anak

Ekspresi marah, senang, sedih, kecewa, gelisah, serta ekspresi lain itu tidak akan ditiru oleh anak-anak. Mereka hanya meniru “cara memunculkan” ekspresi tersebut. Misalnya dengan kata-kata bernada membentak, bernada lembut, dan sebagainya. Respons yang ia terima akan disalurkan ketika berhadapan pada siapa pun. Termasuk di hadapan kaum disabilitas.

Dipicu dari alam bawah sadar, anak akan selalu termotivasi untuk bereksperimen. Baik yang ia pelajari lewat teman-teman, lingkungan keluarga, maupun di lingkungan sekolah. Sebagai orang tua, kendali terbesar ada pada diri Anda. Sejauh mana anak-anak melangkah, pangkalnya tetap berada di lingkungan keluarga. Tanamkan selalu sikap positif setiap waktu.

  1. Setiap Orang itu Berbeda, Sekecil Apa pun

Berilah pengertian pula, bahwa setiap orang memiliki perbedaan, sekecil apa pun. Jangan lupa katakan, bahwa setiap orang juga memiliki kekurangan. Ketika mengajak bicara si kecil, tanamkan sikap yang religius atau berkaitan dengan tatanan agama. Biar ilmu yang meresap ke hati dan pikirannya lebih kuat terpatri.

  1. Bacakan Buku Dongeng yang Bernilai Positif

Dibandingkan dengan menonton tayangan visual, jauh lebih mengena ketika si kecil mendengarkan Anda tengah membacakan cerita. Soalnya di dalam cerita terdapat impuls-impuls yang bisa mengaktifkan imajinasi anak. Pada saat yang sama, si anak mendapatkan hiburan sekaligus sugesti untuk mengikuti laku positif dari para tokoh cerita di dalamnya.

Sudahkah Anda memberi pengertian tentang kaum disabilitas kepada anak? Jika belum, silakan terapkan tips parenting yang tertera di atas. Ketika si kecil sudah keterlaluan dalam mengejek kaum disabilitas, tidak ada salahnya untuk mengajaknya ke komunitas disabilitas. Biar dia lebih empati saat menjadi satu-satunya yang berbeda di dalam komunitas tersebut.

shares